TUGAS Public Relations : KOMUNIKASI INTERNAL PR : MENCIPTAKAN KESADARAN PERAN INSTITUSI PT. PERTAMINA RETAIL DALAM MASYARAKAT INTERNAL (KARYAWAN)

TUGAS KEHUMASAN

KOMUNIKASI INTERNAL PR : MENCIPTAKAN KESADARAN PERAN INSTITUSI PT. PERTAMINA RETAIL DALAM MASYARAKAT INTERNAL (KARYAWAN)

cropped-logo-UNS.jpg

Yashinta Endah Kusuma Wardani

D3 Perpustakaan A

Kehumasan Smt.2

Drs. Surisno Satrijo Utomo, M.Si

 

 

 

 

PROGRAM STUDI ILMU PERPUSTAKAAN

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA

2016

KOMUNIKASI INTERNAL PR : MENCIPTAKAN KESADARAN PERAN INSTITUSI PT. PERTAMINA RETAIL DALAM MASYARAKAT INTERNAL (KARYAWAN)

 

Jika seorang karyawan kurang berpartisipasi dalam pekerjaannya maka sulit bagi organisasi perusahaan dapat memperoleh hasil yang baik. Hal ini mengharuskan pemimpin menggunakan kewenangannya untuk mengubah sikap dan perilaku karyawan supaya mau bekerja giat serta berkeinginan tinggi untuk mencapai hasil yang maksimal.

Di sini saya sebagai petugas PRO akan menangani bagaimana cara menciptakan kesadaran personal mengenai beberapa peran institusi dalam masyarakat internal yaitu karyawan. Dimana peran tersebut akan menciptakan image positif karyawan terhadap instansi atau perusahaan yang sedang dijalani.

Kriteria untuk mengukur perusahaan yang baik adalah menciptakan kesadaran akan komunikasi. Peran karyawan sendiri sangat penting dan bernilai bagi perusahaan dalam mencapai visi dan misi. Sedangkan peran pimpinan yang akan menentukan peran karyawan dalam menjalankan tugas. Oleh karena itu, membangun citra positif sangatlah penting bagi sebuah perusahaan, guna pihak lain dapat memandang baik sebuah perusahaan, seseorang, suatu komite, atau suatu aktivitas. Citra perusahaan datang dari pelanggan perusahaan, pelanggan potensial, banker, staff perusahaan, pesaing, distributor, pemasok, asosiasi dagang, dan gerakan pelanggan di sektor perdagangan yang mempunyai pandangan terhadap perusahaan. Maka dapat diketahui bahwa citra harus dikelola melalui dialog dan hubungan baik dengan khalayak organisasi. Hubungan baik disini berarti PRO berperan dalam mengelola jaringan komunikasi dan kerjasama dengan mitra organisasi.

Komunikasi internal merupakan pemberian informasi sebanyak dan sejelas mungkin mengenai institusi yang sedang saya (petugas PRO) jalani. Menciptakan kesadaran personil (karyawaan) mengenai peran institusi dalam masyarakat dan menyediakan sarana untuk memperoleh umpan balik dari anggota perusahaan. Karena kesuksesan karyawan dapat mempengaruhi kesuksesan perusahaan maka perusahaan harus mengelola atau menciptakan aset sumber daya manusia (SDM) sebaik mungkin. Hubungan pemimpin yang baik dengan karyawan juga akan menumbuhkan hubungan yang biak bagi perusahaan. Tapi pemimpin tetaplah pemimpin yang harus tetap tegas terhadap karyawan. Dimana karyawan perlu dikembangkan melalui proses yang baik untuk memberikan pelayanan yang baik pula kepada customers.

Sebelumnya saya akan menjelaskan instansi yang sedang saya wakili yaitu PT. Pertamina Retail Indonesia. PT. Pertamina Retail Indonesia meliputi pengolah, pemasaran, dan niaga serta distribusi produk hilir baik di dalam maupun luar negeri yang berasal dari kilang pertamina maupun impor yang di dukung oleh sarana transportasi darat dan laut. PT. Pertamina Retail meliputi Retail SPBU, Perdagangan BBM, dan jasa pengangkutan BBM.

SyntekExifImageTitle

Produk yang digarap adalah Bahan Bakar Minyak, antara lain :

  1. BioPertamax, Pertamax
  2. Pertamax Plus, Pertalite
  3. BioPremium, Premium
  4. Solar, Bio Solar, Pertamina DEX
  5. Kerosine

Di PT. Pertamina Retail, setiap karyawan akan di bagi tugas ada bagian kantor dan pelayanan. Berikut ini cara menciptakan kesadaran personal mengenai beberapa peran institusi dalam masyarakat internal (karyawan) :

  1. Peran PRO
  • Memberikan informasi sebanyak dan sejelas mungkin mengenai institusi PT. Pertamina Retail.
  • Menciptakan kesadaran personil mengenai peran PT. Pertamina Retail dalam masyarakat.
  • Menyediakan sarana untuk memperoleh umpan balik dari anggota.

2. Peran Manager

  • Peran Antarpribadi : menunjukkanbahwa seorang manager harus mampu memrankan dirinya sebagai figur (figurehead role) yaitu menyampaikan pesan-pesan bisnis dengan baik kepada karyawan, manajerial (leader role) yaitu mampu dalam memimpin organisasi, penghubung (liason role) yaitu menunjukkan hubungan dengan orang-orang yang berada di luar organisasi.
  • Peran Interpersonal : mampu mengawasi bawahannya agar pekerjaan sesuai rencana yang ditetapkan, menyampaikan informasi secara menyeluruh kepada para karyawannya agar mereka dapat memahami dengan baik berbagai kebijakan organisasi, dan seorang manager harus dapat memerankan dirinya sebagai seorang juru bicara yang baik.
  • Peran Keputusan : ujur, dinamis, ulet, kreatif, inovatif, responsif, bertanggung jawab, berani mengambil resiko, berwawasan luas, mampu mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi organisasi, mampu mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki secara baik, mampu berorganisasi dengan baik.

3. Peran Karyawan

  • Setiap lingkungan kerja tidak terhindar dari sekumpulan barang-barang yang masih terpakai dan tidak terpakai. Kondisi tersebut memerlukan tindakan untuk memisahkannya sehingga barang-barang yang yang dibutuhkan saja yang ada di lokasi kerja, selebihnya harus disingkirkan agar tidak mengganggu dan tempat kerja terlihat bersih dan rapi.

Pemahaman pemimpinlah yang meningkatkan agar karyawan dalam sebuah tim kerja diminta untuk bertanggung jawab atas area kerja atau jobdesk mereka masing-masing untuk mengidentifikasi apa yang dibutuhkan dan apa yang tidak. Akibatnya, secara bertahap yang bersangkutan mulai belajar bertanggung jawab dilingkungan kerjanya.

  • Organisasi menyangkut kerapihan dan ketertiban yang transparan, seperti : menempatkan barang dan peralatan di lokasi yang sudah dirancang baik, dokumen dan informasi disimpan secara sistematis dan terletak pada tempatnya masing-masing, dan menempatkan barang atau dokumen setelah digunakan.
  • Tempat kerja harus bersih sebagai tindakan pemeliharaan lingkungan dan fasilitas kerja, karena kebersihan lingkungan kerja merupakan faktor yang sangat penting.
  • Standarisasi merupakan atau menyangkut pengaturan rutinitas dan waktu yang tepat untuk melakukan pemeliharaan sesuai aturan yang ada dan merupakan dasar dan telah menjadi standar dari pekerjaan untuk menjamin konsistensi seluruh karyawan.
  • Disiplin, seperti : disiplin waktu agar tidak terlambat datang untuk bekerja dan disiplin pekerjaan untuk menyelesaikan tugas tepat waktu.

Dengan demikian dibutuhkan motivasi guna mencapai kesadaran personal mengenai beberapa peran institusi PT. Pertamina Retail dalam masyarakat internal (karyawan) tersebut. Berikut ini prinsip-prinsip yang harus dilakukan oleh pimpinan atau manager PT. Pertamina Retail dalam memberikan motivasi kepada karyawannya, berupa :

  1. Upah atau gaji yang layak
  2. Pemberian insentif
  3. Penghargaan atas hasil kerja
  4. Memperhatikan rasa harga diri
  5. Memenuhi kebutuhan rohani
  6. Memenuhi kebutuhan berpartisipasi
  7. Menempatkan pegawai pada tempat yang tepat
  8. Menimbulkan rasa aman di masa depan
  9. Memperhatikan lingkungan tempat kerja
  10. Memperlakukan karyawan dengan adil

Dapat pula dilakukan berbagai kegiatan untuk melakukan hubungan baik dengan manager, misalnya dengan kegiatan coffee morning dalam rangka membina hubungan bahkan memungkinkan adanya keluaran ide kebijakan bagi perusahaan dan saling koordinasi kerja antar bagian. Untuk itu motivasi sangat berperan dalam menciptakan kesadaran personal mengenai beberapa peran institusi PT. Pertamina Retail dalam masyarakat internal (karyawan), sebagai dorongan atau semangat kepada para karyawan guna mampu bekerja sesuai dengan tujuan yang diharapkan, demi tercapainya tujuan organisasi dalam instansi PT. Pertamina Retail yang efektif dan efisien.