KETAHANAN NASIONAL

KETAHANAN NASIONAL

cropped-logo-UNS.jpg

Yashinta Endah Kusuma Wardani

D3 Perpustakaan A

Pendidikan Kewarganegaraan Smt.2

Drs. Dwi Tiyanto

 

 

 

PROGRAM STUDI ILMU PERPUSTAKAAN

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA

2016

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

            Negara Indonesia didirikan karena memiliki tujuan. Negara Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 pada Undang Undang Dasar 1945 alenia IV, tujuan negara dibedakan menjadi 2, yaitu Intern dan Ekstern. Tujuan Negara sering disebut Ultimate Goal. Dimana tujuan dengan cita-cita itu berbeda. Cita-cita Negara tersurat pada pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 alenia 2. Untuk mencapai suatu negara tidak mudah, karena kita selalu di halang adanya ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan. Hal tersebut maka perlu adanya suatu perjuangan dan pengorbanan.

Ketahanan Nasional adalah kondisi akademik suatu Bangsa berisi tentang urutan dan ketangguhan untuk menetapkan kekuatan nasional guna menghadapi ATHG baik bersifat langsung maupun tidak langsung dan baik berasal dari dalam maupun dari luar yang mengancam keutuhan Bangsa dan Negara. Kekuatan Nasional berasal dari 2 aspek, yaitu Aspek Alamiah dan Aspek Sosial. Dilihat secara teoritis, kewarganegaraan terdapat 3 azas, yaitu Azas Ius Sanguinis (azas keibu bapakan); Azas Ius Soli (kelahiran); dan Azas Naturalisasi (recht haudelling).

B. Rumusan Masalah

  1. Apa tujuan Negara Indonesia?
  2. Bagaimana Ketahanan Nasional Negara Indonesia?
  3. Bagaimana Kewarganegaraan Negara Indonesia?

 

C. Tujuan

  1. Untuk mengetahui tujuan Negara Indonesia.
  2. Untuk memahami Ketahanan Nasional Negara Indonesia.
  3. Untuk memahami Kewarganegaraan Negara Indonesia.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Negara Indonesia

Negara Indonesia didirikan karena memiliki tujuan. Negara Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 pada Undang Undang Dasar 1945 alenia IV, tujuan negara dibedakan menjadi 2, yaitu Intern dan Ekstern.

  1. Intern dibagi menjadi 3, yaitu :
  • Melindungi segenap Bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia;
  • Memajukan kesejahteraan umum;
  • Mencerdaskan kehidupan Bangsa.
  1. Ekstern
  • Ikut serta melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Tujuan Negara sering disebut Ultimate Goal. Dimana tujuan dengan cita-cita itu berbeda. Cita-cita Negara tersurat pada pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 alenia 2.

“Dan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia kedepan pintu gerbang negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat adil dan makmur”.

Untuk mencapai suatu negara tidak mudah, karena kita selalu di halang adanya ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan. Hal tersebut maka perlu adanya suatu perjuangan dan pengorbanan.

Ketahanan nasional adalah kondisi dinamis suatu bangsa yang meliputi segenap kehidupan nasional yang terintegrasi, berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan, baik yang datang dari dalam maupun dari luar, untuk menjamin identitas, integrasi dan kelangsungan hidup bangsa dan negar serta perjuangan mencapai tujuan nasional dapat dijelaskan seperti dibawah ini :

  1. Ancaman

Ancaman merupakan suatu tindakan atau kegiatan yang dilakukan secara konsep konsional yang hendak merubah dasar negara, baik berasal dari dalam maupun dari luar.

Misalnya :

  • dari dalam : GAFATAR, PKI
  • dari luar : ISIS
  1. Tantangan

Tantangan merupakan sesuatu yang menonjol dan harus segera dilakukan.

Misalnya :

  • Mirna memakai kerudung merah yang menantang,
  • MEA,
  • Kuliah tidak hanya teori tetapi juga prakteknya.
  1. Hambatan

Hambatan merupakan sesuatu yang menghalang-halangi pencapaian, tujuan, dan yang timbul pada negara dalam saja.

Misalnya :

  • Memperbaiki buruh tetapi buruh justru berdemonstrasi
  1. Gangguan

Gangguan merupakan tujuan untuk menghalang-halangi pencapaian tujuan yang timbul pada negara luar saja.

Misalnya :

  • Kapal asing mencari ikan di perairan negara Indonesia.

 

B. Ketahanan Nasional

Ketahanan Nasional adalah kondisi akademik suatu Bangsa berisi tentang urutan dan ketangguhan untuk menetapkan kekuatan nasional guna menghadapi ATHG baik bersifat langsung maupun tidak langsung dan baik berasal dari dalam maupun dari luar yang mengancam keutuhan Bangsa dan Negara. Kekuatan Nasional berasal dari 2 aspek, yaitu :

  1. Aspek Alamiah

Aspek Alamiah disebut juga dengan nama TRI GATRA yang artinya memiliki 3 aspek alamiah.

Aspek alamiah tersebut antara lain :

a. Kondisi Geografis (kondisi alam)

Indonesia merupakan negara kepulauan, bagian barat terdiri pulau-pulau besar dengan laut yang dangkal, sedangkan bagian timur terdiri pulau-pulau kecil dengan laut yang dalam.

Indonesia terdiri 2 ras besar, yaitu Malayu (bagian Barat) dan Malanesia (bagian Timur). Dimana saat itu Indonesia merupakan Hindia-Belanda maksudnya negara bekas jajahan Belanda. Disamping itu, Indonesia terdiri 350 suku.

Misalnya :

  • Suku Badui;
  • Suku Batak;
  • Suku Dayak;
  • Suku Sakai;
  • Suku Tengker; dll.

Indonesia juga memiliki 583 dialeg (logat bahasa). Misalnya :

  • Dialek Banten (Bahasa Sunda, Bahasa Betawi);
  • Dialek Cirebon-Indramayu;
  • Dialek Tegal-Banyumas (Ngapak);
  • Dialek Pekalongan;
  • Dialek Surakarta-Yogyakarta (Krama Alus/ngoko/lugu), dll.

b. Kekayaan Alam

Kekayaan Alam dilihat dari :

  1. Segi keberadaan, manakala dilihat dari keberadaanya, kekayaan alam dapat dilihat di muka bumi, berupa flaura, fauna, dan manusia; kekayaan di dalam bumi, berupa batu bara, tambang minyak, emas, dll; kekayaan di atmosfer, berupa sinar matahari.
  2. Kekayaan alam dibedakan dengan 2 sifat, yaitu : kekayaan alam yang dapat diperbarui (berada di muka bumi) misalnya tumbuhan yang dapat dibudidayakan; dan kekayaan alam yang tidak dapat diperbarui (berada di atmosfer) misalnya suhu panas sinar matahari, dll.
  3. 3 Azas, antara lain :
  • Azas Manfaat, bahwa kita harus bisa memanfaatkan kekayaan alam secara maksimal dan dimanfaatkan secara optimal untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.
  • Azas Lestari, dalam pemanfaatan kita harus memikirkan masa depan penerus bangsa.
  • Azas Daya Sain, bahwa penggunaan dan explofasian kekayaan alam diusahakan untuk mengurangi ketergantungan kita terhadap negara lain.

 

c. Kemampuan Penduduk

Kemampuan Penduduk harus memperhatikan jumlah dan distribusi.

  • Jumlah

Menurut demografi, Indonesia menempati urutan ke-4 setelah RRC, India, Amerika Serikat, dan Indonesia. Hal tersebut disebabkan karena di Indonesia tidak imbangnya anak laki-laki dan perempuan.

  • Distribusi

Distribusi atau tidak imbangnya antara Pulau Jawa dengan luar Pulau Jawa. Pulau Jawa dipenduduki 83% sedangkan luar Pulau Jawa 7% saja.

2. Aspek Sosial

Konsepsi pengembangan kekuatan nasional melalui pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan yang seimbang, serasi dan selaras dalam seluruh aspek kehidupan secara utuh dan terpadu berlandaskan Pancasila dan UUD 1945 dan wawasan nusantara dengan kata lain konsepsi ketahanan nasional merupakan pedoman untuk meningkatkan keuletan dan ketangguhan bangsa yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dengan pendekatan kesejahteraan dan keamanan. Kesejahteraan dapat digambarkan sebagai kemampuan bangsa dalam menumbuhkan dan mengembangkan nilai-nilai nasionalnya demi sebesar-besarnya kemakmuran yang adil dan merata, rohaniah dan jasmaniah. Sedangkan keamanan adalah kemampuan bangsa melindungi nilai-nilai nasional terhadap ancaman dari luar maupun dari dalam.

Aspek Sosial ada 5, yaitu :

  1. Ideologi

Ideologi adalah serangkaian nilai yang tersusun secara sistematis dan merupakan kebulatan ajaran atau doktrin yang dijadikan dasar serta member arah dan tujuan yang ingin dicapai di dalam kelangsungan hidup bangsa dan negara.

2. Politik

Politik diartikan sebagai asa, halauan, dan kebijaksanaan yang digunakan untuk mencapai tujuan, dan oleh kekuasaan karena itu masalah politik selalu dihubungkan dengan masalah kekuasaan dalam suatu negara yang berada di tangan pemerintah. Pemerintah akan menentukan sistem politik yang tepat untuk dilaksanakan dalam rangka mencapai tujuan nasionalnya.

3. Ekonomi

Ekonomi yang dijalankan suatu negara merupakan kekuatan nasional negara yang bersangkutan terlebih di era global sekarang ini. Bidang ekonomi berperan langsung dalam upaya pemberian dan distribusi kebutuhan warga negara.

4. Sosial-Budaya

Unsur budaya di masyarakat juga menentukan kekuatan nasional suatu negara. Hal-hal ini yang dialami sebuah bangsa yang homogen tentu saja akan berbeda dengan yang dihadapi bangsa yang heterogen dari segi sosial budaya masyarakatnya.

5. Militer/Hankam

Pertahanan nasional (hankam) adalah upaya rakyat semesta dengan angkatan bersenjata TNI/POLRI sebagai intinya mempertahankan dan mengamankan bangsa dan negara serta hasil perjuangannya. Hankam merupakan salah satu fungsi pemerintah dalam menegakkan ketahanann nasional dengan tujuan untuk mencapai keamanan bangsa dan negara serta hasil perjuangannya.

Kekuatan tersebut disebut dengan nama PANCA GATRA. Adapun ASTA GATRA yang artinya 8 aspek kekuatan. Dimana Asta Gatra merupakan gabungan dari aspek tri gatra dengan panca gatra yang mana antara keduanya terdapat hubungan yang bersifat timbal balik dengan hubungan yang erat.

Sifat Ketahanan Nasional

Sifat Ketahanan Nasional Indonesia :

  1. Mandiri

Ketahanan Nasional percaya pada kemampuan dan kekuatan sendiri serta pada keuletan dan ketangguhan, yang mengandung prinsip tidak mudah menyerah, dengan tumpuan pada identitas, integritas dan kepribadian bangsa. Kemandirian (idenpendency) ini merupakan prasyarat untuk menjalin kerjasama yang saling menguntungkan dalam perkembangan global (interdependent).

  1. Dinamis

Ketahanan Nasional tidaklah tetap. Ia dapat meningkat atau menurun, tergantung pada situasi dan kondisi bangsa, Negara serta lingkungan strategisnya. Hal ini sesuai dengan hakikat bahwa segala sesuatu di dunia ini senantiasa berubah dan perubahan itu senantiasa berubah pula. Karena itu, upaya peningkatan Ketahanan Nasional harus senantiasa diorientasikan ke masa depan dan dinamikanya diarahkan untuk pencapaian kondisi kehidupan nasional yang lebih baik.

  1. Wibawa

Keberhasilan pembinaan Ketahanan Nasional Indonesia secara lanjut dan berkesinambungan akan meningkatkan kemampuan dan keseimbangan akan meningkatkan kemampuan dan kekuatan bangsa. Makin tinggi tingkat Ketahanan Nasional Indonesia makin tinggi pula nilai kewibawaan dan tingkat daya tangkal yang dimiliki oleh bangsa dan negara Indonesia.

  1. Konsultasi dan Kerjasama

Konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia tidak mengutamakan sikap konfrontatif dan atagonistis, tidak mengandalkan kekuasaan dan kekuata fisik semata, tetapi lebih mengutamakan sikap konsultatif, kerjasama serta saling menghargai dengan mengandalkan kekuatan, moral dan kepribadian bangsa.

            Kedudukan dan Fungsi Ketahanan Nasional

Kedudukan dan fungsi ketahanan nasional dapat dijelaskan sebagai berikut :

  1. Kedudukan

Ketahanan nasional merupakan suatu ajaran yang diyakini kebenarannya oleh seluruh bangsa Indonesia serta merupakan cara terbaik yang perlu di implementasikan secara berlanjut dalam rangka membina kondisi kehidupan nasional yang ingin diwujudkan, wawasan nusantara dan ketahanan nasional berkedudukan sebagai landasan konseptual, yang didasari oleh Pancasil sebagai landasan ideal dan UUD sebagai landasan konstisional dalam paradigma pembangunan nasional.

  1. Fungsi

Ketahanan nasional nasional dalam fungsinya sebagai doktrin dasar nasional perlu dipahami untuk menjamin tetap terjadinya pola pikir, pola sikap, pola tindak dan pola kerja dalam menyatukan langkah bangsa yang bersifat inter – regional (wilayah), inter – sektoral maupun multi disiplin. Konsep doktriner ini perlu supaya tidak ada cara berfikir yang terkotak-kotak (sektoral). Satu alasan adalah bahwa bila penyimpangan terjadi, maka akan timbul pemborosan waktu, tenaga dan sarana, yang bahkan berpotensi dalam cita-cita nasional. Ketahanan nasional juga berfungsi sebagai pola dasar pembangunan nasional. Pada hakikatnya merupakan arah dan pedoman dalam pelaksanaan pembangunman nasional disegala bidang dan sektor pembangunan secara terpadu, yang dilaksanakan sesuai dengan rancangan program.

C. Kewarganegaraan

Dilihat secara teoritis, kewarganegaraan terdapat 3 azas, antara lain :

  1. Azas Ius Sanguinis (azas keibu bapakan)

Azas Ius Sanguinis merupakan kewarganegaraan seseorang yang ditentukan oleh status kewarganegaraan orang tuanya, status kewarganegaraan tersebut berdasarkan hukum darah. Contoh negara yang menggunakan sistem azas ius sanguinis, seperti : Jepang, China, Malaysia, Jerman, Italia, Indonesia, dll. Contoh azas kewarganegaraan ius sanguinis :

  • Misalkan Budi dan Dina berasal dari Jepang (penganut azas ius sanguinis) memiliki anak yang bernama Mariam. Mariam dilahirkan di Jerman (penganut azas ius sanguinis) maka status kewarganegaraan Mariam adalah Jepang karena dilihat dari garis hukum darah dari orang tuanya yang berasal dari Jepang meskipun ia dilahirkan di Jerman.

  1. Azas Ius Soli (kelahiran)

Azas Ius Soli merupakan status kewarganegaran seseorang yang ditentukan oleh tempat kelahiran. Contoh negara yang menggunakan sistem azas ius soli, seperti : brazil, kamboja, amerika serikat, dll. Contoh azas kewarganegaraan ius soli :

  • Misalkan Andi dan Anee berasal dari negara Brazil (penganut ius soli) mempunyai anak bernama Inah, Inah dilahirkan di negara Amerika Serikat (penganut ius soli) maka Inah akan dinyatakan sebagai warga negara Amerika Serikat karena ia dilahirkan di negara yang menganut azas ius soli.
  1. Azas Naturalisasi (recht haudelling)

Azas Naturalisasi merupakan suatu perbuatan hukum yang menyebabkan seseorang mendapatkan kewarganegaraan dari negara lain. Azas Naturalisasi harus memiliki rasa taat dan cinta terhadap negara Indonesia.

            Azas Kewarganegaraan sendiri dibagi menjadi 3, yaitu :

  1. Apatride

Apatride merupakan seseorang yang tidak memiliki kewarganegaraan disebabkan anak yang lahir dari orang tua yang menggunakan azas ius soli. Misalnya :

  • Alex dan Marie adalah suami isteri yang bernegara A atau berasas Ius Soli. Mereka berdomisili di negara B yang berasas Ius Sanguinis. Kemudian lahirlah anak mereka, Amel. Menurut negara A yang menganut asas Ius Soli, Amel tidak diakui sebagai warganegaranya, karena lahir di negara lain. Begitu pula menurut negara B yang menganut asas Ius Sanguinis, Amel tidak diakui sebagai warganegaranya, karena orang tuanya bukan warganegara. Dengan demikian Amel tidak mempunyai kewarganegaraan atau Apatride.
  1. Bipatride

Bipatride merupakan seorang yang memiliki kewarganegaraan ganda. Misalnya :

  • William dan Lucia adalah suami isteri yang bernegara B atau berasas Ius Sanguinis. Mereka berdomisili di negara A yang berasas Ius Soli. Kemudian lahirlah anak mereka, Robin. Menurut negara B yang menganut asas Ius Sanguinis, Robin adalah warga negaranya karena mengikuti kewarganegaraan orang tuanya. Begitu pula menurut negara A yang menganut asas Ius Soli, Robin juga warga negaranya, karena tempat kelahirannya di negara A yang menganut asas Ius Soli. Dengan demikian Robin mempunyai status dua kewarganegaraan atau Bipatride.
  1. Multipatride

Multipatride merupakan seseorang yang memiliki beberapa kewarganegaraan. Orang yang memiliki beberapa kewarganegaraan tinggal di daerah perbatasan. Misalnya :

  • Seorang anak yang orangtuanya berasal dari negara yang menganut paham ius soli dan ius sanguinis, tapi ia dilahirkan di negara netral atau yang tidak menganut ke dua paham tersebut.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Negara Indonesia didirikan karena memiliki tujuan. Negara Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 pada Undang Undang Dasar 1945 alenia IV, tujuan negara dibedakan menjadi 2, yaitu Intern dan Ekstern. Tujuan Negara sering disebut Ultimate Goal. Dimana tujuan dengan cita-cita itu berbeda. Cita-cita Negara tersurat pada pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 alenia 2. Untuk mencapai suatu negara tidak mudah, karena kita selalu di halang adanya ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan. Hal tersebut maka perlu adanya suatu perjuangan dan pengorbanan.

Ketahanan Nasional adalah kondisi akademik suatu Bangsa berisi tentang urutan dan ketangguhan untuk menetapkan kekuatan nasional guna menghadapi ATHG baik bersifat langsung maupun tidak langsung dan baik berasal dari dalam maupun dari luar yang mengancam keutuhan Bangsa dan Negara. Kekuatan Nasional berasal dari 2 aspek, yaitu Aspek Alamiah dan Aspek Sosial. Sifat Ketahanan Nasional, antara lain : Mandiri, Dinamis, Wibawa, Konsultasi dan Kerjasama. Ketahanan nasional merupakan suatu ajaran yang diyakini kebenarannya oleh seluruh bangsa Indonesia serta merupakan cara terbaik yang perlu di implementasikan secara berlanjut dalam rangka membina kondisi kehidupan nasional yang ingin diwujudkan, wawasan nusantara dan ketahanan nasional berkedudukan sebagai landasan konseptual, yang didasari oleh Pancasil sebagai landasan ideal dan UUD sebagai landasan konstisional dalam paradigma pembangunan nasional. Ketahanan nasional nasional dalam fungsinya sebagai doktrin dasar nasional perlu dipahami untuk menjamin tetap terjadinya pola pikir, pola sikap, pola tindak dan pola kerja dalam menyatukan langkah bangsa yang bersifat inter – regional (wilayah), inter – sektoral maupun multi disiplin. Dilihat secara teoritis, kewarganegaraan terdapat 3 azas, yaitu Azas Ius Sanguinis (azas keibu bapakan); Azas Ius Soli (kelahiran); dan Azas Naturalisasi (recht haudelling).